Catatan Kuliahku

TUGAS WEB PROGRAMING

FILE INPUTAN

 <html>
    <head>
    <title>nilai krs</title>
    </head>
    <body>
      
        <table>
        <form action="nilai_krs.php" >
        <tr><td>NIM</td><td><input type="text" name="nim" /></td></tr>
        <tr><td>Nama</td><td><input type="text" name="nama" /></td></tr>
        <tr><td>Jumlah Kehadiran</td><td><input type="text" name="jml_hadir" /></td></tr>
        <tr><td>Nilai Tugas</td><td><input type="text" name="nilai_tugas" /></td></tr>
        <tr><td>Nilai UTS</td><td><input type="text" name="nilai_uts" /></td></tr>
        <tr><td>Nilai UAS</td><td><input type="text" name="nilai_uas" /></td></tr>
        <tr><td colspan="2" align="center"><input type="submit" value="SUBMIT" /></td></tr>
        </form>
        </table>
      
    </body>
</html>


FILE OUTPUTAN
<html>
    <head>
        <title>hasil input nilai krs</title>
    </head>
    <body>
       
        <?
        $nim=$_REQUEST["nim"];
        $nama =$_REQUEST["nama"];
        $jml_hadir =$_REQUEST["jml_hadir"];
        $nilai_tugas =$_REQUEST["nilai_tugas"];
        $nilai_uts =$_REQUEST["nilai_uts"];
        $nilai_uas =$_REQUEST["nilai_uas"];
        $nilai_akhir = (0.1*($jml_hadir/0.1))+(0.2*$nilai_tugas)+(0.35*$nilai_uts)+(0.35*$nilai_uas);
       
        echo "<table><tr><td>NIM</td><td>:</td><td>$nim</td></tr>
        <tr><td>Nama Lengkap</td><td>:</td><td>$nama</td></tr>
        <tr><td>Nilai Akhir</td><td>:</td><td>".ceil($nilai_akhir)."</td></tr>
        </table>";
        ?>   
    </body>   
</html>

create database penjualantiket;
use penjualantiket;

create table konsumen
(kode_konsumen varchar(3) not null primary key,
nama varchar(15) not null,
alamat varchar(15) not null);

create table tiket1
(kode_tiket varchar(3) not null primary key,
kode_konsumen varchar(3) not null,
kode_pesawat varchar(3) not null,
jurusan varchar(15) not null,
harga int not null,
jumlah_pesan int not null);

create table pesawat
(kode_pesawat varchar(3) not null primary key,
nama_pesawat varchar(15) not null);

insert into konsumen value
('K01','Indra Sanjaya','Semarang'),
('K02','Kiki Amalia','Semarang'),
('K03','Murni Herawati','Magelang'),
('K04','Budi Nugraha','Muntilan'),
('K05','Indah Permadi','Ungaran');
select*from konsumen;

insert into tiket1 value
('T01','K01','P01','Jakarta','300000','5'),
('T02','K04','P03','Bandung','250000','2'),
('T03','K05','P01','Surabaya','350000','6'),
('T04','K02','P01','Bali','1000000','1'),
('T05','K03','P04','Jakarta','300000','3');
select*from tiket1;

insert into pesawat value
('P01','Garuda Airline'),
('P02','Merpati Airline'),
('P03','Buroq Airline'),
('P04','Line Airline'),
('P05','Air Asia Airline');
select*from pesawat;

select*from konsumen k
join tiket1 t on k.kode_konsumen = t.kode_konsumen
where t.jurusan='Surabaya' and k.alamat='Ungaran';

select*from konsumen k
join tiket1 t on k.kode_konsumen=t.kode_konsumen
where t.jumlah_pesan > 3 and t.jurusan='Surabaya';

select*from pesawat p
join tiket1 t on p.kode_pesawat=t.kode_pesawat
where t.jurusan='Bali';

alter table tiket1 add bayar int;
update tiket1 set bayar=harga*jumlah_pesan where kode_tiket='T01';
update tiket1 set bayar=harga*jumlah_pesan where kode_tiket='T02';
update tiket1 set bayar=harga*jumlah_pesan where kode_tiket='T03';
update tiket1 set bayar=harga*jumlah_pesan where kode_tiket='T04';
update tiket1 set bayar=harga*jumlah_pesan where kode_tiket='T05';
select*from tiket1;

select*from konsumen k
join tiket1 t on k.kode_konsumen=t.kode_konsumen
where t.bayar >1000000 and t.jurusan='Bandung';

select*from konsumen k
join tiket1 t on k.kode_konsumen=t.kode_konsumen
join pesawat p on t.kode_pesawat=p.kode_pesawat
where p.nama_pesawat='Buroq Airline' and t.jurusan='Bandung';

alter table tiket1 add discount int;
update tiket1 set discount=(0.1*bayar) where kode_tiket='T01';
update tiket1 set discount=(0.1*bayar) where kode_tiket='T02';
update tiket1 set discount=(0.1*bayar) where kode_tiket='T03';
update tiket1 set discount=(0.1*bayar) where kode_tiket='T04';
update tiket1 set discount=(0.1*bayar) where kode_tiket='T05';
select*from tiket1;

alter table tiket1 add bayar_bersih int;
update tiket1 set bayar_bersih=(bayar-discount) where kode_tiket='T01';
update tiket1 set bayar_bersih=(bayar-discount) where kode_tiket='T02';
update tiket1 set bayar_bersih=(bayar-discount) where kode_tiket='T03';
update tiket1 set bayar_bersih=(bayar-discount) where kode_tiket='T04';
update tiket1 set bayar_bersih=(bayar-discount) where kode_tiket='T05';
select*from tiket1;



Definisi singkat Jaringan Komputer
Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer -komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).
Berdasar definisi di atas, dapat saya definisikan dengan singkat jaringan komputer merupakan satu kesatuan dari komputer,CPU,printer dan peralatan lainnya yang terhubung untuk dapat bertukar informasi.

Konsep Database Terdistribusi
Dalam sebuah database terdistribusi, database disimpan pada beberapa komputer. Komputer - komputer dalam sebuah sistem terdistribusi berhubungan satu sama lain melalui bermacam -macam media komunikasi seperti high-speed buses atau telephone line.
Sebuah sistem database terdistribusi berisikan sekumpulan site, di mana tiap-tiap site dapat berpartisipasi dalam pengeksekusian transaksi-transaksi yang mengakses data pada satu site atau beberapa site. Tiap -tiap site dapat memproses transaksi lokal yaitu sebuah transaksi yang mengakses data pada satu site dimana transaksi telah ditentukan.
Sebuah site juga dapat mengambil bagian dalam mengeksekusi transaksi global yaitu transaksi yang mengakses data pada site yang berbeda di mana transaksi telah ditentukan, atau transaksi yang mengakses data pada beberapa site yang berbeda.
Jadi Basis Data Teridistribusi adalah kumpulan basis-basis data yang saling berhubungan secara logika dan tersebar pada sebuah jaringan komputer

Definisi Database Terdistribusi
Database terdistribusi Yaitu kumpulan data yang digunakan bersama yang saling terhubung secara logic tetapi tersebar secara fisik pada suatu jaringan computer.
Dalam sebuah database terdistribusi, database disimpan pada beberapa komputer. Komputer-komputer dalam sebuah sistem terdistribusi berhubungan satu sama lain melalui bermacam-macam media komunikasi seperti high-speed buses atau telephone line.
Sebuah sistem database terdistribusi berisikan sekumpulan site, di mana tiap-tiap site dapat berpartisipasi dalam pengeksekusian transaksi-transaksi yang mengakses data pada satu site atau beberapa site. Tiap-tiap site dapat memproses transaksi lokal yaitu sebuah transaksi yang mengakses data pada satu site di mana transaksi telah ditentukan.
Sebuah site juga dapat mengambil bagian dalam mengeksekusi transaksi global yaitu transaksi yang mengakses data pada site yang berbeda di mana transaksi telah ditentukan, atau transaksi yang mengakses data pada beberapa site yang berbeda.

Dari kutipan di atas , dapat saya mengerti bahwa definisi daripada database terdistribusi itu adalah sekumpulan dari beragam database yang disimpan kemudian dapat saling dihubungkan dengan melalui jaringan komputer.

Definisi Database Management System Terdistribusi
Definisi management adalah mengatur. Sedangkan database terdistribusi seperti penjelasan di atas merupakan sekumpulan database yang disimpan dan dapat saling dihubungkan dengan jaringan komputer. Jadi, definisi dari database management system terdistribusi adalah perangkat lunak yang dapat mengatur database terdistribusi serta dapat mendistribusikannya secara transparan.

Contoh Penerapan Database Terdistribusi di Lingkungan Sekitar Saya
Contohnya adalah database terdistribusi yang ada di kampus saya, Politeknik Negeri Jember. Di dalamnya terdapat banyak database yang disimpan kemudian saling terhubung, seperti database Mahasiswa, database Perpustakaan, database Beasiswa, database database Nilai, dan banyak yang lainnya. Dengan adanya banyak database dan ada yang bisa saling berhubungan antar database satu dengan yang lain, maka database terdistribusi telah diterapkan.

Keuntungan & Kerugian menggunakan DBMS
Keuntungannya :
1. Indepentensi data
Yaitu dapat membuat perubahan dalam data namun tidak harus mengubah program.
2. Pengaksesann yang efisien terhadap data
Adanya kecanggihan dalam penyimpanan dan pengambilan data secara efisien.
3. Keamanan terjamin dan iIntegritas data terpelihara
DBMS dapat melakukan kendala integritas data, sehingga jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi dari field dan kekangan yang melekat pada field otomatis akan ditolak.
4. Administrasi data
Dapat meminimalkan terjadinya redundancy (kerangkapan data).
5. Penggunaan data bersama
Mekanisme yang disediakan memudahkan pengaksesan data yang dapat dilakukan oleh sejumlah orang dalam satu waktu.

Kerugiannya :
1. Kerumitan yang terjadi pada proses pembatan DBMS, karena banyak software yang dipakai.
2. Dari segi ukuran, karena banyak software yang digunakan sehingga memerlukan kapasitas memory yang lebih.
3. Adanya resiko kegagalan, karena DBMS konsepnya saling terhubung, maka jika terjadi kesalahan dapat mengakibatkan sistem terhenti.

SOURCE CODE :

create database rumkit;
use rumkit;
create table pasien (kode_pasien varchar (5) primary key not null,
nama_pasien varchar (19) not null, jk varchar (5),alamat varchar (20) not null,
kode_dokter varchar (10) not null,kode_penyakit varchar (5) not null,no_resep varchar (5) not null);
insert into pasien value
('P01','ira','P','jl.jeruk','D01','N01','RR1'),
('P02','maya','P','jl.mangga','D03','N02','RR2'),
('P03','hendra','L','jl.durian','D02','N05','RR3'),
('P04','putra','L','jl.nangka','D02','N02','RR4'),
('P05','lanang','L','jl.pisang','D05','N02','RR5');
select*from pasien;


create table dokter (kode_dokter varchar (5) primary key not null,
nama_dokter varchar (10) not null,alamat varchar (10) not null,
spesialisasi varchar (10) not null,tarif_dokter varchar (10) not null,
kode_penyakit varchar (5) not null,kode_pasien varchar (5) not null);
insert into dokter value
('D01','ardi','jl.mawar','jantung','150000','N01','P01'),
('D02','gilang','jl.anggrek','kulit','100000','N02','P02'),
('D03','era','jl.melati','paru-paru','125000','N03','P03'),
('D04','kiki','jl.kenanga','kandungan','200000','N04','P01'),
('D05','gunawan','jl.bougenvile','kelamin','250000','N05','P02');
select*from dokter;


create table penyakit (kode_penyakit varchar (5) primary key not null,
nama_penyakit varchar (20) not null);
insert into penyakit value
('N01','jantung'),
('N02','kulit'),
('N03','paru-paru'),
('N04','kandungan'),
('N05','kelamin'),
('N06','tulang');
select*from penyakit;


create table resep(no_resep varchar (10) primary key not null,
tanggal date  not null,kode_pasien varchar (5)not null,kode_dokter varchar (6) not null,
kode_penyakit varchar (5) not null, nama_obat varchar (10)not null);

describe resep;

insert into resep value
('R1','2012-05-12','P01','D02','N02','anti biotik'),
('R2','2012-06-10','P03','D03','N03','kaplet salut'),
('R3','2012-06-05','P04','D02','N02','anti jamur'),
('R4','2012-06-01','P01','D05','N05','anti biotik'),
('R5','2012-06-20','P02','D01','N01','anti sesak'),
('R6','2012-06-15','P02','D01','N01','anti sesak');
select*from resep;

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />
<title>Untitled Document</title>
<style type="text/css">
body{
margin:0px;
padding:50px;
font-family:Tahoma;
}
#judul{

font-size:18px;
}
</style>

</head>
<body>
<table width="500" align="center" style="border:1px solid black">
<form method="post" action="hasil.html"  >

<tr height="40" >
    <td rowspan="8" width="30"></td>
    <td colspan="3" align="center" id="judul">Silahkan Inputkan Data</td>
</tr>

<tr >
<td width="100" >Nama</td>
<td width="10">:</td>
<td width="350"><input type="text" name="nama" /></td>
</tr>

<tr>
<td>Alamat</td><td> :</td><td><textarea name="alamat" rows="5"></textarea></td>
</tr>

<tr>
<td>Tempat Lahir</td> <td> :</td><td> <input type="text" name="tmp_lhr" /></td>
</tr>

<tr>
<td>Tgl Lahir</td><td> : </td><td><input type="text" name="tmp_lhr" maxlength="2"  size="1" />
<select name="bln_lhr">
<option value="1">Januari</option>
<option value="2">Februari</option>
<option value="3">Maret</option>
<option value="4">April</option>
<option value="5">Mei</option>
<option value="6">Juni</option>
<option value="7">Juli</option>
<option value="8">Agustus</option>
<option value="9">September</option>
<option value="10">Oktober</option>
<option value="11">Novemver</option>
<option value="12">Desember</option>
</select>
<input type="text" name="tahun" maxlength="4" size="3" /></td>
</tr>
<tr>
<td>Telepon</td><td> :</td> <td><input type="text" name="tlp"  /></td>
</tr>
<tr>
<td >Jenis Kelamin</td> <td>: </td><td><input type="radio" name="lk"/>Laki-laki
                <input type="radio" name="pr" />Perempuan</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" align="right" height="50" ><input type="submit" value="Daftar" /></td><td><input type="reset" value="Reset" /> </td></tr>   
</form>
</table>
</body>

</html>


Source code :

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<style type="text/css">
<!--
body {
font: 100%/1.4 Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;
background-color:#111;
color: #000;
}
</style>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />
<title>Untitled Document</title>
</head>
<body>
<table width="100%" align="center">
<tr>
<td width="824" height="1320" bgcolor="#CCFF66"><table width="1273" align="center">
<tr>
<td width="255" height="137" background="twitter.jpg"style="font:bold 40px Georgia" align="center"></td>
<td width="824" background="spesific.jpg"style="font:bold 40px Georgia" align="center">Pengembangan Web</td>
<td background="pipit.png"></tr>
<tr valign="top">
<td colspan="2" rowspan="4"><table width="1089" >
<tr valign="top">
<td height="100" bgcolor="#FFFFFF" style="font:bold 33px Georgia">Latar Belakang</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="230" bgcolor="#FFFFFF" style="font:bold 20px Georgia">Dua Bagian Proses
<p>Kumpulkan Tim anda, buatlah analisis kebutuhan dan tujuan akhir, bekerjalah sesuai proses yang ada serta perbaikilah rencana anda
Membuat dokumen proyek, bab yang detail apa yang ingin Anda lakukan dan mengapa, teknologi apa dan konten yang Anda butuhkan, berapa lama proses akan selesai, apa yang akan Anda keluarkan untuk melakukannya, dan bagaimana Anda akan menilai hasil dari usaha Anda.</p></td>

</tr>
<tr>
<td height="1" bgcolor="#FFFFFF">

</tr>
<tr valign="top">
<td height="170" bgcolor="#FFFFFF" style="font:bold 20px Georgia">Peran Web Tim dan Tanggung Jawab
<p>Web manajer proyek,
Usability Lead,
Arsitek Informasi,
Art director,
Pemimpin Teknologi Web,
Pemimpin Situs produksi,
Editor situs.</p></td>

</tr>
<tr>
<td height="1" bgcolor="#FFFFFF">&nbsp;</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="240" bgcolor="#FFFFFF" style="font:bold 20px Georgia">Usability Lead
<p>bekerja sama dengan arsitek informasi
memiliki tanggung jawab untuk pengujian user, penelitian dan pengembangan personal user, dan standar kegunaan universal untuk proyek situs/web
mengevaluasi efektivitas desain melalui studi lapangan tambahan dan pengujian pengguna dan memastikan bahwa tujuan kegunaan universal terpenuhi, bertanggung jawab untuk mengevaluasi keberhasilan proyek.</p></td>

</tr>
<tr>
<td height="1" bgcolor="#FFFFFF">&nbsp;</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="250" bgcolor="#FFFFFF" style="font:bold 20px Georgia">Web Technology lead
<p>Harus memiliki pemahaman yang luas dari lingkungan penerbitan web, bahasa pembangun dan pengembangan kerangka web, pilihan database web, dan teknologi jaringan
Menciptakan cetak biru umum untuk teknologi yang akan mendukung pilihan kerangka teknologi situs/web, termasuk manajemen konten, rss (Really Simple Syndication) atau xml (Extensible Markup Language) format konten, integrasi database dan dukungan, pemrograman web, dan integrasi dengan aplikasi lain atau database yang menyediakan konten atau fitur interaktif ke situs/web.</p></td>

</tr>
<tr>
<td height="37" bgcolor="#FFFFFF">&nbsp;</td>
</tr>
</table></td>
<td width="172" height="51" bgcolor="#666600" style="font:bold 25px Georgia">Home</td>
</tr>
<tr>
<td height="51" bgcolor="#666600" style="font:bold 25px Georgi">Galery</td>
</tr>
<tr>
<td height="51" bgcolor="#666600" style="font:bold 25px Georgia">Contact</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td height="800" bgcolor="#999966" style="font:bold 20px Georgia"> Daftar Pengingat<strong></strong><p>Tempatkan diri Anda di latar belakang
Bekerjalah dari desain yang cocok
Jangan menimpa
Suka standar untuk offbeat
Jelas
Apakah visual terakhir
Merevisi dan menulis ulang
Harus Konsisten
Tidak mempengaruhi dengan cara santai
Menurunkan gengsi
Jangan menjelaskan terlalu banyak
Pastikan pengguna mengetahui siapa yang berbicara.</p></td>

</tr>
</table></td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

Hasil :






1. Membuat File Teks
Ada bebagai macam cara untuk membuat sebuah file teks, tetpi cara termudah adalah dengan menggunakan perintah cat.
Sintaks
cat >
Contoh :
% cat > coba.txt
ini adalah pertama kali saya menggunakan perintah cat, untuk membuat file
^d (Ctrl + D)  akhir input isi file
% cat latihan.txt
berakit rakit ke hulu berebang renang ke tepian
bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian
^D

2. Melihat Isi File Teks
Selain dapat digunakan untuk membuat file teks, perintah cat juga dapat digunakan untuk melihat isi file teks.
Contoh :
% cat coba.txt
% cat latihan.txt
penampilan isi file dapat dihentikan sementara dengan karakter stop (Ctrl + s) dan melanjutkan penampilan dengan karakter start (Ctrl + Q).

3. Menyalin File
Menyalin file dapat dilakukan dengan printah :
cp
Contoh :
% cp coba.txt coba2.txt
% cp coba.txt /usr/home/0101310010/manajemen
% cp latihan.txt ~0101310010/manajemen/akuntansi

4. Memindah File
Berbeda dengan perintah cp yang menghasilkan file baru dengan tidak menghapus file lama, perintah mv akan menghasilkan file baru dengan menghapus file lama.
Sintaks :
mv
Contoh :
% mv coba.txt coba3.txt
% mv latihan.txt ~0101310010/manajemen

5. Mengganti Nama File
Selain digunakan untuk memindah nama file, perintah mv juga bisa digunakan untuk mengganti nama file. Perbedaannya terletak pada lokasi direktori maksudnya jika memindah dilakukan pada direktori yang berbeda, kalau mengganti harus pada direktori yang sama.
Contoh :
% mv coba3.txt baru.txt
% mv ~0101310010/manajemen/latihan.txt ~0101310010/manajemen/baru2.txt

6. Menghapus File
Untuk menghapus file digunakan perintah rm. Perintah ini dapat digunakan untuk menghapus beberapa file sekaligus. Dengan menyertakan argumen –r diikuti oleh nama direktori dapat digunakan untuk menghapus seluruh isi direktori termasuk subdirektorinya.
Contoh :
% rm baru.txt
% rm ~0101310010/manajemen/baru2.txt
% rm –r ~0101310010/manajemen/akuntansi

Basis Data Terdistribusi (DDB: Distributed Database) Kumpulan sejumlah database yang saling berhubungan secara logis (logically interrelated) diatas suatu jaringan komputer (distributed over a computer network). Distributed DBMS adalah sistem software yang memberikan fasilitas untuk manajemen DDB dan menyediakan mekanisme agar distribusi tersebut transparent di hadapan user Sistem Basis data Terdistribusi (Distributed Database System / DDBS) adalah DDB yang menggunakan DBMS DDBS bukan koleksi file yang secara individual disimpan di setiap node pada suatu jaringan komputer. File tidak hanya saling berhubungan secara logis, tapi file-file tersebut harus terstruktur dan pengaksesannya harus melalui interface yang sama. Ciri Basis Data Terdistribusi Data disimpan pada sejumlah tempat. Setiap tempat secara logic terdiri dari prosesor tunggal Prosesor pada tempat yang berbeda tersebut dihubungkan dengan jaringankomputer Sistem Basis data terdistribusi bukan sekumpulan file yang berada pada berbagai tempat tetapi sebuah database pada berbagai tempat Setiap tempat mempunyai kemampuan untuk secara mandiri memproses permintaan user yang membutuhkan akses ke data di tempat tersebut, dan juga mampu untuk memproses data yang tersimpandi tempat lain

1. Instalasi dan Kelengkapan Program Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin Anda hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya. Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux didistribusikan dengan banyak program didalamnya (itu sebabnya dikenal istilah distro – dari kata distribusi – Linux). Setelah diinstal, Anda akan menemui banyak program dari hampir semua kategori program. Sebut saja kategori Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll. 2. User Interface Di Windows, Anda tidak banyak memiliki pilihan user interface. Sebagai misal, di Windows 95/98 Anda hanya mengenal user interface bawaan Windows 95/98. Anda sedikit lebih beruntung jika menggunakan Windows XP, karena Anda bisa berpindah dari interface milik Windows XP ke Windows 98 yang lebih ringan. Di Linux, Anda bisa menemukan banyak macam user interface. Dan biasanya pilihan user interface ini dapat Anda sesuaikan dengan spesifikasi komputer atau lingkungan kerja Anda. Sebagai misal, pada komputer yang lambat Anda bisa menggunakan user interface yang ringan, seperti XFCE atau Fluxbox.Atau jika Anda menyukai gaya Mac, Anda bisa memilih desktop model GNOME atau menggunakan utility Docker. Dan jika Anda terbiasa di Windows dan memiliki komputer yang cukup cepat, Anda bisa memilih desktop KDE.. 3. Sekuriti dan Virus Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering Anda temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Karena terlalu banyaknya masalah keamanan di Windows, bukan tidak mengherankan jika kemudian justru muncul olokan untuk nama Windows Vista, yang dipanjangkan menjadi Virus, Spyware, Trojan dan Adware. Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat sekuriti lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyakvirus di Linuxdan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar. Sekalipun tidak sepenting di Windows, Anda tetap bisa menemukan program-program anti virus di Linux, seperti ClamAV dan F-Prot. PCLinux telah menyediakan anti virus ClamAV yang bisa ditemukan pada menu Start > Applications > FileTools > KlamAV. 4. Konfigurasi Sistem Windows dikenal kemudahan dalam pemakaiannya, karena hampir semua hal bisa dilakukan dengan sistem point n’ click yang sudah berbasis grafis, Di Linux, Anda mungkin sering mendengar perlunya mempelajari perintah-perintah secara manual di command line. Sebagian berita ini benar, tetapi belakangan Linux sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga hampir semua hal juga bisa anda lakukan sama mudahnya seperti di Windows. Dengan PCLINUX Control Center, konfigurasi sistem bisa Anda lakukan semudah point n click. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang sudah siap pakai. Sebagai contoh, browser Internet telah disertai dengan sejumlah plug-ins. Tidak perlu men-download dan menginstal plug-ins flash ataupun yang lainnya. 5. Hardware Support Di Windows, biasanya Anda tidak pernah mendengar masalah hardwre, karena hampir semua hardware yang ada sudah menyertakan drivernya. Berbeda dengan di Linux dimana Anda mungkin sering mendengar suatu hardware tidak bekerja di Linux. Hal ini terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux. 6. Kemudahan dan Keamanan Anda mungkin sudah mengetahui, bahwa sebagai user biasa (bukan Root) Anda tidak bisa menulis file di sembarang folder. User biasa hanya memiliki akses tulis di folder home mereka. Sebagai user biasa, Anda tidak akan bisa mengubah bagian penting dari sistem Linux. Ini memang terkesan terlalu membatasi dan merepotkan, tetapi cara ini jauh lebih aman, karena hanya orang tertentu yang mempunyai akses Root saja yang bisa menyentuh sistem. Bahkan viruspun tidak bisa dengan mudah menyentuh sistem Linux. Itu sebabnya Anda tidak banyak mendengar adanya virus di Linux. Hal ini berbeda jauh dengan Windows yang sangat rentan dengan virus. Ini terjadi karena user biasa di Windows juga sekaligus mempunyai hak sebagai administrator. Kebanyakan pemakai Windows tidak mengetahui hal ini, sehingga sistem mereka sangat rentan dengan serangan virus. Windows Vista sekarang telah mengadopsi sistem sekuriti Linux ini. 7. Defrag Di Windows, Anda mungkin sering menemui masalah menurunnya kecepatan Windows. Salah satu penyebab biasanya adalah file-file di harddisk yang sudah tidak tersusun rapi lagi. itu sebabnya Anda disarankan untuk menggunakan program Defrag. Di Linux Anda tidak akan menemukan program untuk men-defrag harddisk. Anda tidak perlu melakukan defragment di harddisk Linux! Sistem file Linux yang menangani semuanya ini secara otomatis. Namun jika harddisk Anda sudah terisi sampai 99% Anda akan mendapatkan masalah kecepatan. Pastikan Anda memiliki cukup ruang supaya Linux menangani sistemnya dan Anda tidak akan pernah mendapatkan masalah deframentasi. 8. Sistem File Windows mempunyai dua sistem file. FAT (dari DOS dan Windows 9x) dan NTFS (dari Windows NT/2000/XP). Anda bisa membaca dan bahkan menyimpan file di sistem FAT dan NTFS milik Windows. Hal ini tidak berlaku sebaliknya, Windows tidak akan bisa membaca atau menyimpan file di sistem Linux. Seperti halnya Windows, Linux memiliki beberapa macam file sistem, diantaranya ReiserFS atau Ext3. Sistem ini dalam beberapa hal lebih bagus dari FAT atau NTFS milik Windows karena mengimplementasikan suatu tehnik yang disebut journaling. Jurnal ini menyimpan catatan tentang sistem file. Saat sistem Linux crash, kegiatan jurnal akan diselesaikan setelah proses reboot dan semua file di harddisk akan tetap berjalan lancar.